;



UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Sabtu, 10 November 2012

Inilah Cara Orang Jepang Menghemat Pengeluaran Makan-Minum

Sabtu, 10 November 2012


CNBC mencantumkan tiga kota di Jepang dalam daftar 'World̢۪s Most Expensive Places to Live 2012'. Tokyo, Osaka, bersama Nagoya berturut-turut menempati peringkat satu, tiga, bersama sepuluh. Tak hanya tempat tinggal, kendaraan pribadi, bersama tempat parkir yang harganya selangit. Makanan bersama minumannya juga mahal.

Hal ini tak hanya dirasakan oleh wisatawan luar negeri, melainkan juga oleh penduduk setempat. Untuk dapat bertahan hidup, mereka harus sangat berhemat. Berdasarkan informasi yang dilansir situs Rocket News 24 (18/10/12), pengeluaran rata-rata untuk makan siang, minum-minum, camilan, bersama keperluan sehari-hari turun hampir 50% dalam 20 tahun.

Dulu, mereka naik taksi secara rutin bersama kabersamag bersantap di luar sampai enam kali sebulan. Namun, kini mereka hanya makan malam di restoran 1-2 kali per bulan. Untuk transportasinya, mereka mengandalkan kereta.\

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3aLg4P_2I1WF75JlGd3NVX0u4stUbe1FXaBzHCrSjDcsYA_actIVT-JMplglzF64sGL-RnUALcpVreyYqJMQeOhhd_1A41Q_3W0hnvDe24K106hSC-FI1Sm0McL9wT2dSlmNOGJgqio4/s1600/menyelam+minum+air.jpg

Pakar budget Yoko Hanawa dari Yahoo! Jepang memberikan trik mengatur keuangan bagi Anda yang berencana tinggal lama di Jepang. "Akhir-akhir ini, orang-orang membawa tempat minum pribadi," katanya. Dengan demikian, mereka terhindar dari keperluan membeli soft drink dari minimarket bersama vending machine.

Rata-rata minuman botol berharga 120 yen (sekitar Rp 14.500). Jika setiap hari kerja mereka membeli satu botol, berarti uang yang dikeluarkan untuk minum saja setahun dapat mencapai 36.000 yen (Rp 4,4 juta). "Hal kecil saja dapat membuat perubahan besar kan?" ujarnya.

Karena itulah, penjualan botol minum di Jepang marak. Berbagai ukuran bersama desain botol minum tersedia di toko-toko pada beberapa tahun terakhir. Apalagi penggunaan botol minum berulang kali lebih ramah lingkungan dibanding botol plastik sekali pakai.

Bagaimana dengan anggaran makan bersama sosialisasi? "Banyak anak muda membatasi pengeluaran makan siang sehari-hari. Mereka juga mengontrol jumlah uang yang digunakan untuk minum-minum bersama kolega. Namun hal ini dapat merugikan bagi kita," ucap Hanawa.

Menurutnya, mengandalkan junk food murah setiap hari dapat membahayakan kesehatan kita. Di lain pihak, jika kita di meja kantor saja menyantap bekal sementara yang lain ke luar makan, risikonya kita terkucil diri dari pergaulan bersama kehilangan informasi penting.

"Apa gunanya menabung setiap hari kalau kita membuat diri sendiri sakit karena terlalu sering mengonsumsi garam, karbohidrat, bersama lemak?" kata Hanawa. Lagipula, kalau kita sakit, siapa yang mau bersimpati atau mengerjakan tugas kita di kantor kalau kita tak lagi bergaul dengan mereka?

Makanya, Hanawa menyarankan, seimbangkanlah penghematan dengan kehidupan sosial. "Makan siang di luar dua kali seminggu, lalu bawa bekal di lain hari. Namun, jangan terlalu kejam pada diri sendiri sampai berakibat negatif pada kesehatan," jelasnya.

Untuk menghemat pengeluaran belanja atau makan di luar, pakailah kartu anggota tempat yang sering didatangi. Biasanya kartu ini disediakan gratis. Andapun dapat mengumpulkan poin yang nantinya dapat ditukarkan dengan barang yang dibutuhkan.

SEMOGA BETAH DI BLOG SAYA YA ..... ^_^

kudil - 18.01

0 komentar:

Posting Komentar