;



UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Senin, 19 November 2012

Biarkan Masa Depan Datang Sendiri

Senin, 19 November 2012

{Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar
disegerakan (datang)nya.}

(QS. An-Nahl: 1)

Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah Anda
mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dlkAhirkan, atau memetik
buah-buahan sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata
bersama dapat diraba, belum berwujud, bersama tidak memiliki rasa bersama warna.
Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok,
mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi pabersamaya,
memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, bersama meramalkan
bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya? Bukankah kita juga tidak
tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, bersama apakah hari
esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan?

Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaib bersama belum turun ke
bumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum
sampai di atasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau
tidak pada jembatan itu. dapat jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum
sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa
arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya. bersama dapat jadi pula,
kita akan sampai pada jembatan itu bersama kemudian menyeberanginya.

Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan
masa depan bersama membuka-buka alam gaib, bersama kemudian terhanyut dalam
kecemasan-kecemasan yang baru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak
dibenarkan. Pasalnya, hal itu termasuk thulul amal (angan-angan yang terlalu
jauh). Secara nalar, tindakan itu pun tak masuk akal, karena sama halnya
dengan berusaha perang melawan bayang-bayang. Namun ironis, kebanyakan
manusia di dunia ini justru banyak yang termakan oleh ramalan-ramalan
tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit bersama krmjekonomi yang
kabarnya akan menimpa mereka. Padahal, semua itu hanyalah bagian dari
kurikulum yang diajarkan di "sekolah-sekolah setan".

{Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan bersama menyuruh
kamu berbuat kejahatan (kikir), sebersamag Allah menjanjikan untukmu ampunan
daripada-Nya bersama karunia.}

(QS. Al-Baqarah: 268)

Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang
menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama
setahun, bersama memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi.
Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di 'genggaman yang
lain' tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada.
bersama orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar jjika justru
menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada bersama tak berwujud.

Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah
menanyakan kabar beritanya, bersama jangan pula pernah menanti serangan
petakanya. Sebab, hari ini Anda sudah sangat sibuk.

Jika Anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang
berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di
dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah anganangan
yang berlebihan.




sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000010460153/biarkan-masa-depan-datang-sendiri/


SEMOGA BETAH DI BLOG SAYA YA ..... ^_^

kudil - 23.53

0 komentar:

Posting Komentar